Desain Elementer dari nirmana

Nirmana dan desain elementer sebenarnya merupakan perubahan nama semata tapi intisari dari nirmana dan desain elementer adalah sama yakni dasar-dasar seni rupa yaitu suatu hasil dari ekspresi diri atu angan-angan yang diaplikasikan kedalam media yang mempunyai nilai seni. Suatu pengorganisasian antara warna, garis, bentuk dan bidang lainnya yang penggabungannya bersifat harmonis dan selaras. Bisa dikatakan juga nirmana adalah dasar-dasar seni yang berupa merangkai bangun, mencampur warna , serta mengekspresikan angan-angannya dalam sebuah bidang. Pengaplikasian nirmana bisa beragam, mulai dari pencampuran warna, pembentukan bidang yang harmonis, penyusunannya dalam dwimatra maupun trimatra. Lingkup nirmana sendiri sangat sempit, elelemen-elemennyapun cuman dibagi menjadi empat golongan yaitu:
1. Titik. Adalah suatu bentuk terkecil yang tidak mempunyai ruang dan dimensi,
2. Garis. Adalah hasil goresan yang mempunyai volume (tebal/tipis),
3. Bidang. Adalah bentuk yang berbentu tipis yang mempunyai dimensi (panjang,lebar,dam luas) serta dibatasi oleh garis, dan
4. Gempal. Adalah bidang yang mempunyai ketebalan dan kedalaman.
Warna adalah suatu hasil dari sifat cahaya yang terpancar dan ditangkap oleh mata sebagai indera penglihat. Warna sendiri merupakan elemen seni rupa yang berfungsi sebagai senjata untuk memepertegas suatu karya seni. Selain berfungsi sebagai senjata untuk desain, warna juga mempunyai sifat yang menyolok untuk dipelajari. Karakteristik setiap warna berbeda, mereka mempunyai ekspresi dan impresi yang kuat baik secara toritis maupun psikologi bagi yang melihatnya. Suatu warna bisa memberikan kesan macho atau bisa juga memberikan kesan feminim. Hal tersebut bisa terjadi karena secara tidak langsung mereka (warna) berkomunikasi dengan kita melalui panca indera kita. Semisal contoh warna merah yang mempunyai sifat arogan, panas, macho. Beda halnya jika kita melihat merah muda atau lebih familiar disebut pink,didalam kasus ini pink mempunyai sifat yang sopan, nyaman, feminim. Dalam kasus tersebut kita sebagai manusia yang mempunyai panca indera merasa akan peka terhadap sesuatu yang berhubungan dengan warna.
*Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
- Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
- Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
- Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
(*dikutip dari buku "DASAR-DASAR TATA RUPA & DESAIN" oleh Drs. Sadjiman Ebdi Sanyoto)
thanks 4 info'a
BalasHapuskapan bukak usaha nang sembon
BalasHapusaku pengen join